HIV, Apa Tuh?

HIV adalah kependekan dari Human immunodeficiency Virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. HIV adalah virus yang menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa. Manusia yang terkena virus HIV, tidak langsung menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.

Ada beberapa Tahapan ketika mulai terinfeksi virus HIV sampai timbul gejala AIDS:

Tahap 1: Periode Jendela
– HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
– Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
– Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
– Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan

Tahap 2: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
– HIV berkembang biak dalam tubuh
– Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
– Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
-Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)

Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)
– Sistem kekebalan tubuh semakin turun
– Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
– Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

Tahap 4: AIDS
– Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
– berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

GEJALA

Terdapat 5 stadium penyakit AIDS, yaitu

1. Gejala awal stadium infeksi yaitu :

Demam, kelemahan, nyeri sendi menyerupai influenza/nyeri tenggorokan, pembesaran kelenjaran getah bening.

2. Stadium tanpa gejala: stadium dimana penderita nampak sehat, namun dapat merupakan sumber penularan infeksi HIV.

3. Gejala stadium ARC:

– Demam lebih dari 38°C secara berkala atau terus

– Menurunnya berat badan lebih dari 10% dalam waktu 3 bulan

– Pembesaran kelenjar getah bening

– Diare mencret yang berkala atau terus menerus dalam waktu yang lama tanpa sebab yang jelas

– Kelemahan tubuh yang menurunkan aktifitas fisik

4. Gejala AIDS:

– Gejala klinis utama yaitu terdapatnya kanker kulit yang disebut Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kapiler) juga adanya kanker kelenjar getah bening.

– Terdapat infeksi penyakit penyerta misalnya pneomonia, pneumocystis,TBC, serta penyakit infeksi lainnya seperti teksoplasmosis dsb.

5. Gejala gangguan susunan saraf:

– Lupa ingatan

– Kesadaran menurun

– Perubahan Kepribadian

– Gejala–gejala peradangan otak atau selaput otak

– Kelumpuhan

Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca di: http://id.wikipedia.org/wiki/HIV

Atau, kamu bisa membaca perkembangan seputar HIV lewat akun-akun twitter berikut ini:

@fighthivindc@HIVForum@CDC_HIVAIDS@aidsactions@HIVStoryProject,

@AIDS_United,  @AIDSmeds@AIDSConnect@AIDSHealthcare@GreaterThanAIDS,

@TheHIVTrap ‏@UNAIDSciencenow‏@AIDSinfo.

Ada beberapa bacaan yang bisa kamu pelajari buat nambah wawasan tentang HIV:

– New draft recommendations for HIV testing http://trap.it/qLJCBB

– Dari @MinorityHealth: People who are living with HIV can find the info they need about flu season here: http://www.cdc.gov/flu/protect/hiv-flu.htm

– Apakah ada perbedaan jenis-jenis test HIV? Pelajari disini: http://www.cdc.gov/flu/protect/hiv-flu.htm

– Kasus bayi yang lahir dengan HIV dapat disembuhkan: http://health.kompas.com/read/2013/03/04/12011455/Bayi.Lahir.dengan.HIV.Berhasil.Disembuhkan

dan sains dibaliknya: http://sains.kompas.com/read/2013/03/04/17514065/Sains.di.Balik.Bayi.yang.Sembuh.dari.HIV

– Dari @AIDSinfo: Learn more about the educational materials offered by @AIDSinfo, including fact sheets and our HIV/AIDS glossary: http://aidsinfo.nih.gov/education-materials and learn about nutrition/food safety for HIV-infected people on our Health Topics page: http://aidsinfo.nih.gov/hiv-aids-health-topics/77/nutrition-food-safety

– Dari @TIMEHealthland: Though more teens are aware of AIDS, too few know their own HIV status: http://healthland.time.com/2012/11/28/youth-more-aware-of-aids-but-too-many-still-dont-know-their-hiv-status/

– Are you looking for info on how to reduce the risk of transmitting HIV to your baby? http://aidsinfo.nih.gov/contentfiles/Perinatal_FS_en.pdf

Silahkan dibaca, semoga bermanfaat 😀

Sumber: http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/08/24/definisi-sejarah-gejala-cara-penularan-dan-pencegahan-penyakit-hiv-aids/

HIV-ribbon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s